Dengan tubuh gemetar dan suara penuh ketakutan, Gao Zhen tampak bimbang. Jika ia mengungkapkan rahasia itu, ia tahu hukuman berat menantinya. Namun, jika ia tetap diam, pria menakutkan di depannya bisa melakukan sesuatu yang lebih mengerikan lagi.

Melihat Gao Zhen terdiam, Xiao Ling mendekatinya dengan tatapan dingin."Aku tidak ingin melakukan hal ini, tetapi kamu tidak memberikanku pilihan. Kamu bisa menikmatinya sebentar."

Lynx menekan titik tertentu di tubuh Gao Zhen—teknik yang ia pelajari dari ingatan leluhur Xiao Tang yang pernah digunakan oleh leluhur di masa lalu untuk menyiksa musuh-musuhnya saat mencari informasi. Dalam sekejap, tubuh Gao Zhen menegang sebelum mulai menggeliat liar.

"Aaaahhhhhh!!!" Gao Zhen menjerit, wajahnya memerah menahan siksaan yang luar biasa. Sensasi gatal dan sakit bercampur menjadi satu, seolah tubuhnya sedang digerogoti ratusan semut merah dari dalam. Ia meronta seperti orang kesetanan, tubuhnya berguling di tanah sambil mencakar-cakar kulitnya sendiri, tetapi rasa sakitnya tidak berkurang.

Komandan Jiang dan yang lainnya menahan napas. Mereka bukan orang lemah, tapi melihat metode yang digunakan Xiao Ling, mereka merasakan kengerian yang tidak bisa dijelaskan. Bahkan para prajurit tanpa sadar menelan ludah, merasa lebih takut kepada pemuda itu dibanding kepada Gao Zhen dan kelompoknya sebelumnya.

Setelah beberapa saat, Xiao Ling menarik tangannya, menghentikan siksaan itu. Ia menatap Gao Zhen dengan dingin. "Sekarang, jawab pertanyaanku."

Gao Zhen yang tubuhnya masih gemetar langsung tergagap. Ketakutan mendorongnya untuk segera berbicara. "Sekte Kegelapan..."

Namun, sebelum ia bisa melanjutkan, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat. Matanya membelalak ketakutan.

"A-apa yang terjadi padaku?!" suaranya terdengar putus asa.

Tiba-tiba, tubuhnya terangkat sendiri ke udara. Rantai-rantai tak kasat mata muncul entah dari mana, melilit tubuhnya, mencengkeramnya dengan erat. Gao Zhen berusaha berontak, tetapi kekuatannya lenyap begitu saja. Dalam hitungan detik, jeritan ngeri keluar dari mulutnya sebelum rantai itu merobek jiwanya keluar dari tubuh.

Hening.

Semua orang terpaku melihat pemandangan mengerikan itu. Tubuh Gao Zhen jatuh ke tanah dengan mata kosong—jiwanya telah lenyap sepenuhnya.

Xiao Ling menyipitkan mata. "Jadi, mereka memasang segel jiwa padanya..." gumamnya.

Li Wei yang sudah sedikit pulih dari keterkejutannya melangkah maju, wajahnya masih diliputi kebingungan dan ketakutan. "Segel jiwa? Apa itu? Dan rantai apa yang muncul dan mengikat Gao Zhen tadi?"

Jelita, yang ikut mendekat, berlutut dan memeriksa nadi Gao Zhen. Setelah beberapa saat, ia menggeleng pelan. "Dia sudah mati."

"Rantai apa yang kamu maksud, Li Wei?" Tanya Jelita penasaran, karena dia tidak melihat adanya rantai selain tubuh Gao Zhen yang terbang keudara sebelum terjatuh.

Xiao Ling menghela napas sebelum menjelaskan, "Rantai yang muncul tadi hanya bisa dilihat orang-orang diatas ranah tertentu. Segel jiwa sendiri adalah teknik terlarang yang digunakan sekte iblis untuk memastikan anggotanya tidak berkhianat atau membocorkan rahasia mereka. Begitu seseorang mencoba melakukannya, segel ini akan aktif secara otomatis dan merenggut jiwa mereka, seperti yang terjadi pada Gao Zhen tadi."

"Sekte iblis?" Komandan Jiang mengerutkan kening. "Bukankah sekte itu sudah dihancurkan ratusan tahun lalu oleh para kultivator dari berbagai wilayah? Aku sendiri pernah membaca catatan pertempuran besar itu. Banyak wilayah hancur akibat pertempuran tingkat immortal yang terjadi saat itu."

Li Wei mengangguk setuju. "Benar... kalau begitu, bagaimana mungkin ada seseorang yang masih menggunakan teknik sekte iblis?"

Xiao Ling tetap diam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Entahlah. Tapi jika sekte iblis benar-benar sudah musnah, maka sekte kegelapan yang disebutkan tadi pasti memiliki hubungan dengan mereka."

Komandan Jiang menghela napas berat. "Ini lebih rumit dari yang kukira..."

Li Wei memandang Xiao Ling dengan mata penuh penasaran. "Tapi tunggu, bagaimana kau bisa tahu tentang segel jiwa? Setahuku, teknik seperti ini tidak ada di dalam buku sejarah mana pun."

Xiao Ling tersenyum samar. "Aku kebetulan mengetahuinya dari cerita guruku."

Mendengar jawaban itu, semua orang terdiam sejenak.

"Guru..." gumam Li Wei.

Komandan Jiang dan para prajurit saling pandang, mata mereka berbinar penuh pemahaman. "Tentu saja! Kalau Xiao Ling sehebat ini, pasti gurunya jauh lebih mengerikan!" pikir mereka semua.

Sementara itu, hanya Jelita yang menatap Xiao Ling dengan ekspresi datar. Ia tahu kebenarannya—pemuda ini bukan sekadar murid dari seorang ahli, tetapi seseorang yang menyimpan rahasia jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

Komandan Jiang dan Li Wei mendadak teringat bagaimana mereka memperlakukan Lynx sebelumnya—menganggapnya sebagai orang biasa. Li Wei bahkan sering memarahinya tanpa alasan. Kini, setelah melihat kekuatan yang Lynx tunjukkan, mereka merasa malu dan menyesal.

Komandan Jiang melangkah mendekat, wajahnya penuh rasa hormat. "Saya... saya benar-benar berhutang budi padamu, Tuan Xiao Ling," katanya dengan nada rendah. "Jika bukan karena dirimu, kami semua mungkin sudah mati. Saya juga ingin meminta maaf atas sikap saya sebelumnya dan berterima kasih dari lubuk hati terdalam. Tanpa bantuanmu, kami pasti sudah tewas sejak pertarungan melawan Gao Qian."

Meskipun Komandan Jiang telah melihat banyak ahli dalam hidupnya, kekuatan Lynx berada di level yang berbeda. Bahkan orang-orang yang ingin membunuh mereka tak sebanding dengan pemuda ini. Sudah sepantasnya ia memberikan rasa hormat.

Namun, Lynx hanya tersenyum santai. "Komandan Jiang, kau tidak perlu bersikap terlalu formal denganku. Bicaralah seperti biasanya. Aku memang sengaja menyembunyikan kemampuanku agar tidak terjadi hal seperti ini. Aku lebih suka jika kalian tetap bersikap santai."

Komandan Jiang terdiam sejenak, lalu menghela napas pelan. "Terima kasih... Kau benar-benar bijaksana. Sangat jarang ada pemuda sehebat dirimu yang tetap rendah hati." Meskipun sudah diberi izin untuk bersikap santai, ia masih merasa sulit untuk tidak menghormati Lynx.

Li Wei, yang sejak tadi diam, akhirnya ikut berbicara. Ia menundukkan kepala dengan canggung. "Xiao Ling... aku—eh, saya, juga ingin meminta maaf. Saya sering marah-marah padamu, padahal kau sudah menyelamatkan nyawa kami berkali-kali. Dan saya bahkan belum berterima kasih dengan benar..." Suaranya sedikit gemetar, terutama setelah mengingat apa yang terjadi pada Gao Zhen. Bayangan pria itu menjerit kesakitan masih terpatri dalam benaknya.

Namun, Lynx tetap tenang. "Aku tidak butuh terima kasih. Seperti yang kukatakan tadi, aku hanya ingin kalian tetap bersikap seperti sebelumnya."

Komandan Jiang tersenyum kecil, berusaha mengikuti permintaan Lynx. "Baiklah, mulai sekarang kita bisa berbicara lebih santai. Kau dan Yun Qing juga bisa memanggilku dengan ‘Paman Jiang’, seperti Li Wei."

Li Wei mengangguk setuju, sementara Jelita yang sejak tadi memperhatikan hanya mengangguk kecil. Ia merasa lega melihat mereka semakin akrab.

Namun, sebelum semuanya merasa terlalu nyaman, Lynx menatap mereka dengan serius. "Tapi aku ingin meminta satu hal dari kalian. Kalian semua harus bersumpah untuk tidak menceritakan tentangku kepada siapa pun. Aku tidak ingin menarik perhatian... kecuali jika benar-benar terpaksa. Aku tidak ingin terjadi keributan yang tidak perlu karena kekuatanku ini."

Komandan Jiang, Li Wei, serta para prajurit saling berpandangan, lalu mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Kami bersumpah."

"Siapa juga yang akan percaya jika ada pemuda usia dua puluhan tahun dapat mengalahkan kultivator master foundation emas hitam dengan mudah, dan membunuh kultivator tingkat master foundation lainnya dengan sekali serang." Batin mereka semua yang ada disana sambil menegukkan ludah. Pemuda di depannya sangatlah menakutkan.

Setelah memastikan semua orang setuju, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Louhang.

Di sepanjang perjalanan, Li Wei diam-diam terus mencuri pandang ke arah Xiao Ling. Rasa kagum memenuhi pikirannya. Xiao Ling bukan hanya kuat, tetapi juga tenang dan tidak sombong—sifat yang jarang dimiliki oleh seorang kultivator sekuat dirinya.

Setelah cukup lama menahan diri, akhirnya ia tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia menoleh ke jelita. "Dia benar-benar kuat... Yun Qing, bagaimana kau bisa mengenalnya?"

Jelita tersenyum tipis, menatap Lynx dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku hanya merawatnya selama tiga tahun... Tapi sejujurnya, aku pun tidak tahu banyak tentangnya."

